IDUL FITRI YANG BERBEDA

TANGGAL 1 Syawal Hijriah atau Lebaran Idul Fitri tahun ini bisa dipastikan bernasib sama dengan tahun lalu: ada perbedaan hari, ini dipertegas oleh hasil sidang isbat tadi malam. Artinya, ada dua kali salat Idul Fitri. Bagi yang meyakini haram hukumnya berpuasa di hari Lebaran, ini bisa mengganggu ibadah. Dan, pada gilirannya bisa mengganggu hubungan sesama umat.Seperti tahun lalu, Muhammadiyah merayakan Idul Fitri satu hari lebih awal daripada Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah. Tahun ini Muhammadiyah jauh-jauh hari telah pula menetapkan 1 Syawal 1428 Hijriah bertepatan dengan Jumat 12 Oktober 2007. Sedangkan kalender pemerintah menetapkan Sabtu 13 Oktober adalah Idul Fitri. Dan, NU agaknya juga sependapat.Perbedaan Hari Raya Idul Fitri di negeri ini memang telah beberapa kali terjadi. Dan, kita pun selalu menyikapi hal itu dengan menghibur diri bahwa ‘perbedaan itu rahmat’. Tetapi, dalam konteks kebersamaan dan kebangsaan, jika umat Islam bisa menyamakan Idul Fitri pada hari yang sama, bisa memberikan rahmat yang lebih besar. Sekurangnya tidak ada kebingungan umat dalam merayakan hari yang penuh fitri itu.Tetapi, memang, menentukan 1 Syawal bukanlah perkara gampang. Wakil Presiden Jusuf Kalla sekurangnya telah tiga kali mengambil prakarsa untuk bertemu para pimpinan Muhammadiyah, NU, dan berbagai tokoh Islam lain untuk mencari kesepakatan Lebaran. Tetapi, tiga kali pertemuan itu akhirnya sepakat untuk tidak sepakat.Baik Muhammadiyah maupun NU mempunyai argumentasi yang kuat. Muhammadiyah memakai pendekatan hisab atau perhitungan berdasarkan ilmu falak. Sedangkan NU memakai pendekatan rukyat al-hilal, yakni melihat bulan sabit dengan mata telanjang atau teropong. Dua pendekatan inilah yang menjadi pangkal perbedaan Idul Fitri.Muhammadiyah dan NU berbeda pandangan soal kriteria bulan sabit pertama atau hilal. Menurut Muhammadiyah berapa pun tingginya jika bulan sabit pertama sudah berada di atas ufuk, meski hanya di sebagian kecil wilayah Indonesia, itu berarti esoknya adalah 1 Syawal. Sementara itu, NU menetapkan syarat ketinggian hilal minimal dua derajat di atas ufuk. Jika masih di bawah dua derajat, masih meragukan sebagai penentu hari Lebaran.Dengan perbedaan kriteria hilal, sesungguhnya terbuka lebar juga jalan menuju kompromi untuk menentukan Lebaran bersama. Persoalannya maukah Muhammadiyah dan NU mendekatkan perbedaan kriteria posisi hilal yang selama ini mereka yakini? Misalnya kriterianya dilonggarkan agar membuka jalan untuk bertemu?Bisa jadi Lebaran kali ini kita tetap berbeda, tetapi untuk Lebaran tahun depan alangkah eloknya jika bisa bersama. Karena itu, dialog untuk mencari titik temu Lebaran antara NU dan Muhammadiyah harus menjadi ikhtiar yang tidak boleh putus. Dan, pemerintah (ulil amri) harus punya peran dalam mengatasi perbedaan itu. Sebab, pendapat para ahli fikih pula, keputusan pemerintah bisa mencegah perpecahan.Perlu juga didengar pandangan Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia Jalaluddin Rakhmat, bahwa untuk ibadah yang masuk wilayah privat biarlah perbedaan itu terjadi karena juga ada mahzab yang mendasarinya. Tetapi untuk ibadah dalam wilayah publik yang berbeda dan bisa berpotensi mengganggu ukhuwah atau persaudaraan, seperti Idul Fitri, negara bisa mengaturnya.Itulah sebuah harapan. Tetapi, harapan utama tentu jika Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi keagamaan Islam terbesar bisa memecahkannya tanpa pemerintah. Tetapi, pemerintah menjadi sangat penting perannya jika ada kebuntuan. Dan, sebaiknya kita semua mematuhi apa pun keputusan pemerintah.Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 Hijriah. Semoga di hari yang penuh fitri bangsa Indonesia mendapat inspirasi yang lebih mencerahkan. *** (editorial Media Indonesia ; 12/10/2007)



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: