Inflasi Lampai Target

Inflasi Bisa Lampaui Target APBNP 2007 Penulis: iranaJAKARTA–MEDIA: Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah memperkirakan laju inflasi Oktober akan mereda seiring berlalunya periode bulan puasa dan perayaan Idul Fitri.Kendati demikian, tak tertutup kemungkinan angka inflasi akhir tahun akan melampui target pemerintah dalam APBN-P 2007 dengan mencapai 6,5%.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan tidak terjadi lonjakan dalam periode dua pekan pertama Oktober. Beberapa komoditas, seperti daging, diakuinya sempat mengalami kenaikan. Meskipun demikian, komoditas-komoditas lain, seperti beras, justru mengalami penurunan.“Kecuali satu hari menjelang Lebaran, itu ada tekanan. Tapi perubahannya biasa. Jadi, pagi hari harga cenderung naik, dan siangnya turun lagi. Tapi kesimpulan saya, dalam dua minggu pertama ini, harga-harga cukup baik, tidak liar. Tidak meningkat tajam luar biasa. Malah turun sebelum satu hari menjelang Lebaran,” tuturnya di sela open house Menteri Keuangan di Jakarta, Minggu (14/10).Dengan kondisi sedemikian rupa, Rusman memperkirakan inflasi pada bulan Oktober ini dapat lebih rendah dari inflasi September. Perlu diketahui, inflasi September sebesar 0,8% merupakan inflasi bulanan tertinggi sepanjang tahun 2007 berjalan.“Sekarang, beras tidak naik, minyak goreng juga turun. Yang naik harganya itu mungkin daging. Kalau bicara report dari 1 Oktober ini dibandingkan tahun lalu, rata-ratanya banyak yang turun. Rasa-rasanya catatan rata-rata sepanjang bulan nanti, masih akan ada potensi inflasi tapi tidak sebesar September kemarin,” kata dia.Bahkan, lanjutnya, terbuka kemungkinan inflasi Oktober 2007 akan lebih rendah dari inflasi Oktober 2006 yang mencapai 0,86%. Tingginya inflasi Oktober tahun lalu itu, menurut Rusman, terjadi karena persiapan masyarakat menjelang Lebaran 2006.“Jadi kalau inflasi bulan ini lebih rendah dari Oktober bulan lalu, year on year-nya akan turun. Kemarin kan YoY 6,95%. Tapi saya tidak tahu turun berapa ya.”Berlandaskan asumsi inflasi bulanan tersebut, Rusman mengatakan inflasi pada akhir tahun nanti dapat mencapai 6% hingga 6,5%.“Angka 6% itu optimistis. Kalau 6,5% skenario pesimistis. Kita kan belum tahu apa yang akan terjadi November dan Desember. Yang jelas, ada demand pull di sana,” ucapnya.Senada dengan BPS, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa peak inflasi telah terlewati pada Agustus dan September 2007. Sedangkan inflasi pada Oktober, menurutnya, merupakan dampak dari bulan-bulan sebelumnya tersebut.“Jadi tekanan yang muncul dari demand, maupun kenaikan yang sifatnya musiman, seperti biaya sekolah, tentu tak muncul lagi. Secara logika, sesudah kuartal III ini, tekanannya mungkin lebih rendah,” papar Ani, sapaan akrab Menkeu.Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat kondisi yang patut diwaspadai akan kembali memicu inflasi, yaitu menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.“Ini paling tidak terjadi pada dua pekan terakhir,” imbuhnya.Jika inflasi dalam tiga bulan mendatang ini bisa turun, lanjutnya, maka angka inflasi akhir tahun dapat berada di range enam plus minus satu persen. Atau, sesuai dengan target inflasi jangka menengah yang dituju Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.Sedangkan dalam target APBN-P 2007, pemerintah mematok inflasi 2007 pada posisi 6%.“Saya masih enam plus minus satu persen. Kecuali, dan ini jarang sekali, terjadi hal yang sangat buruk, itu inflasi bisa di atas 0,8% pada tiga bulan ke depan atau bahkan di atas satu persen,” tandasnya. (Sha/Ol-03) (Media Indonesia; 14/10/2007)     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: