MILITER MASIH DILIRIK

Militer Masih Dilirik Elite Politik
Ada Inferioritas di Kalangan Sipil
Jakarta, Kompas – Masyarakat maupun kalangan elite politik dinilai masih akan melirik atau meminati para calon pemimpin nasional berlatar belakang militer, setidaknya pada proses atau bursa pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009. Kondisi seperti itu, menurut peneliti senior The Habibie Center, Indria Samego, Selasa (16/10), terjadi karena di kalangan sipil dan sebagian elite politik sendiri masih terdapat inferioritas, khususnya ketika berhadapan dengan orang atau tokoh dengan latar belakang militer. “Paling tidak pada Pemilihan Presiden tahun 2009 keadaan seperti itu masih akan terjadi. Sikap (inferior) akibat pemerintahan Orde Baru, yang disokong sepenuhnya kekuatan militer, berkuasa terlalu lama sehingga masih ada orang yang berpikir militer paling kompeten,” ujar Indria. Selain itu, masyarakat, menurut Indria, juga masih memercayai institusi militer karena lebih merepresentasikan kemampuan menciptakan stabilitas. Hal itu karena sebagai institusi mereka jauh lebih efektif dan tidak berideologi tertentu seperti pada partai politik. Dalam konteks tersebut, masyarakat, menurut Indria, lebih bersikap pragmatis memanfaatkan hal itu. Dengan demikian, menurut dia, popularitas yang masih dimiliki Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih disebabkan latar belakang militernya tadi ketimbang karena dianggap berhasil memimpin. “Sisi negatifnya, sikap inferior masyarakat dan sebagian kalangan elite politik tadi justru memicu perasaan superior atau arogan di kalangan mantan militer. Akibatnya kemudian pernah muncul pernyataan kalau purnawirawan TNI itu masih dianggap sebagai kader terbaik,” ujar Indria. Indria mengacu pada pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita beberapa waktu lalu, seperti diwartakan, yang menilai wajar kemunculan sejumlah jenderal purnawirawan TNI dalam bursa pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang. Koordinator advokasi lembaga monitoring hak asasi manusia Imparsial, Donny Ardyanto, menilai, tidak bisa dimungkiri masyarakat masih melihat para tokoh berlatar militer jauh lebih dipercaya punya kemampuan lebih daripada kalangan sipil. Akan tetapi, kondisi seperti itu, menurut Donny, tidak bisa lantas diterjemahkan orang berlatar belakang militer memang jauh lebih mampu daripada tokoh dari kalangan sipil. Hal itu, menurut dia, masih harus dibuktikan terlebih dahulu. Untuk sementara waktu pembuktian seperti itu dinilai masih sulit. “Pascareformasi hingga sekarang, referensi kita soal tingkat keberhasilan atau kegagalan pemimpin dari kalangan sipil kan masih sedikit, apalagi jika dibandingkan dengan tokoh berlatar militer,” ujar Donny. Lebih lanjut, Donny menilai, sebenarnya ada banyak tokoh politik dari kalangan sipil yang punya kemampuan. Akan tetapi, biasanya keberadaan mereka sulit muncul karena sering kali terkendala mekanisme internal dan pola kaderisasi pemimpin di partai politiknya sendiri. (DWA) (Kompas ; Rabu, 17 Oktober 2007 ) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: