BERPIHAK PADA ORANG MISKIN

Berpihak kepada Orang Miskin
Penanganan Masalah Kemiskinan Kadang Sering SalahJakarta, kompas – Mengatasi pemiskinan yang sampai saat ini menjadi persoalan serius di Indonesia dan belahan dunia lainnya memerlukan komitmen yang sungguh-sungguh berpihak kepada masyarakat miskin itu sendiri. Karena itu, cara-cara penanganan terhadap masyarakat miskin yang tidak tepat dan tidak manusiawi harus dihentikan. Komitmen melawan pemiskinan dan menyuarakan dukungan bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) itu disuarakan dalam kampanye Bangkit dan Suarakan yang digelar di Ancol Taman Impian, Jakarta, Rabu (17/10). Pada peringatan Hari Perangi Kemiskinan ini, puluhan ribu pengunjung Ancol yang tersebar di Ramashinta Hall, Panggung Maxima, dan Pantai Karnaval bersama jutaan orang lain di banyak negara diajak menyatakan dukungan dan komitmen untuk membangkitkan, menyuarakan, dan melakukan aksi menghentikan pemiskinan tahun 2015 nanti. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Juli 2007, masyarakat miskin Indonesia berjumlah 37,17 juta orang. Bila mengacu standar Bank Dunia, yang mengategorikan orang miskin jika berpenghasilan di bawah dua dollar per hari, masyarakat miskin di Indonesia lebih banyak lagi. Pernyataan yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menyatakan solidaritas dan aksi konkret melawan pemiskinan di Indonesia dan dunia itu juga menyertakan Persatuan Penyandang Cacat Indonesia dan artis-artis ternama, seperti Titiek Puspa, Cyntia Lamusu “AB Three”, dan Slank. Turut hadir dalam kampanye Bangkit dan Suarakan ini Erna Witoelar, Duta Besar PBB Khusus untuk MDGs di Kawasan Asia-Pasifik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri yang melaksanakan kunjungan ke Ancol menyempatkan diri untuk bergabung dengan masyarakat di Panggung Maxima. Namun, Presiden tidak sempat menyaksikan pernyataan komitmen Bangkit dan Suarakan untuk melawan pemiskinan. Sering salah “Ada banyak cara untuk mengatasi kemiskinan dengan lebih baik. Program pemerintah sebenarnya sudah banyak yang menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya, penanganannya itu yang sering salah. Masyarakat harus menuntut pemenuhan janji pemerintah untuk mengatasi kemiskinan dan pencapaian MDGs,” kata Erna. Menurut Erna, dukungan masyarakat Indonesia ini akan digabungkan dengan dukungan serupa dari negara-negara lain yang akan dicatat dalam Guiness Book of World’s Record. Di tengah berlangsungnya kampanye Bangkit dan Suarakan untuk memerangi pemiskinan ini, masyarakat yang hadir dalam kampanye ini justru secara terang-terangan menyatakan keraguan mereka terhadap keberhasilan Indonesia mencapai penghentian kemiskinan pada tahun 2015. Persoalan bangsa yang kompleks ditambah sikap pemimpin yang dinilai tidak prorakyat membuat masyarakat skeptis bahwa masyarakat miskin di Indonesia akan berkurang. Erna mengatakan, skeptisme masyarakat itu merupakan hal yang wajar dan memang pantas untuk disuarakan. Di negara-negara berkembang, pencapaian MDGs memang memerlukan kekritisan dan dukungan masyarakat untuk mengingatkan dan mengontrol komitmen dan aksi nyata dari pemerintah. (ELN)(Kompas; Kamis, 18 Oktober 2007)  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: