DIN : KEKERASAN NEGARA LEBIH BAHAYA

Din Syamsuddin: Kekerasan Negara Lebih Berbahaya
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. M Din Syamsuddin mengatakan kekerasan oleh negara jauh lebih berbahaya dari pada kekerasan yang dilakukan atas nama agama.  

Din dalam siaran persnya yang diterima Antara di Jakarta, Senin, mengatakan kekerasan oleh negara biasanya lebih bersifat masif dan membunuh secara sistematis. “Itulah yang terjadi di Irak dan Afghanistan akibat invasi negara adikuasa dan sekutu-sekutunya,” kata Din Syamsuddin dalam pidatonya pada Pertemuan Para Pemuka Agama Sedunia di Napoli, Italia, Senin siang. 

Di hadapan sekitar 400-an pemuka berbagai agama dari berbagai negara, Din Syamsuddin menyampaikan pidato berjudul “Kerja sama Agama-agama dalam Mewujudkan Dunia Tanpa Kekerasan”.

Pada bagian lain pidatonya Din Syamsuddin menegaskan bahwa tidak ada akar bagi kekerasan dalam agama. Agama-agama mengajarkan kasih sayang dan perdamaian. Maka kekerasan yang dilakukan atas nama agama, apalagi menghilangkan nyawa orang-orang tidak berdosa, merupakan penyimpangan dan penyalahgunaan agama.

Namun, lanjut Din, kekerasan yang dilakukan atas nama agama juga dipengaruhi oleh faktor-faktor non-agama seperti kesenjangan ekonomi, pendidikan dan kezaliman politik. “Bahkan terorisme global yang terjadi dewasa ini didorong oleh ketidakadilan global. 

Oleh karena itu, pemberantasan kekerasan dan terorisme harus dilakukan negara dengan menghilangkan faktor-faktor non-agama tadi dan bekerja sama memotong akar tunggang kekerasan dan terorisme global yaitu ketidakadilan global,” katanya.

Diterima Paus
Sebelumnya, Din Syamsuddin diterima Paus Benediktus XVI di Seminario Aveivescovile, Napoli, Italia, Ahad.  Dalam pertemuan singkat itu Din Syamsuddin menyampaikan harapan agar Gereja Katholik dan Dunia Islam dapat mengembangkan harmoni dan kerja sama untuk membangun peradaban dunia yang bermoral. 

Harmoni dan kerja sama itu perlu dilakukan dengan sikap saling menghormati dan tanpa prasangka.  Din berada di Napoli untuk menghadiri Pertemuan Para Tokoh Agama untuk Dunia Tanpa Kekerasan yang diprakarsai Communita Saint d Egidio, 21 – 24 Okt di Napoli.

Pertemuan diikuti 400-an peserta dari berbagai agama dan negara. Pada pertemuan itu akan dibahas peran agama dan budaya dalam menciptakan dunia tanpa kekerasan dalam berbagai aspeknya seperti pendidikan, ekonomi dan keluarga, selain juga dibahas beberapa kasus konflik di beberapa belahan dunia.  

Dalam audiensi dengan beberapa wakil peserta ditekankan pentingnya peran agama dalam menghilangkan berbagai bentuk kekerasan baik dilakukan atas nama agama maupun negara. (Republika; Senin, 22 Oktober 2007  21:14:00)

  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: