SOWAN KE CHINA

Elite, Sowanlah ke China! Ayunan pendulum sedang berpihak ke China. Sejarah perekonomian menunjukkan kekuatan ekonomi bergeser dari Eropa ke AS, lalu ke Jepang, kemudian ke negara industri baru (newly industrial countries/NICs), dan kini China. Dalam lima tahun terakhir, posisi yang selama ini ditempati Inggris, Perancis, dan Italia telah dilampauinya dalam konteks besaran ekspor dan impor. Jepang pun kini gerah karena ketakutan bahwa China tidak saja menyalip dari segi ekonomi, tetapi juga geopolitik. Ya, China menjadi katalisator, salah satu penggerak ekonomi global. Harian The Asian Wall Street Journal pernah menurunkan artikel yang menyebut China si penyedot perhatian, bahkan penyedot sumber daya ekonomi yang selama ini menjadi langganan negara lain. “Kita kini menjadi panggung dunia,” demikian Perdana Menteri China Wen Jiabao. Dari segi produk domestik bruto (PDB), berdasarkan keseimbangan daya beli, China ada di urutan kedua setelah AS dengan nilai 10 triliun dollar AS. Dari segi nominal, PDB China di urutan keempat setelah AS, Jerman, dan Jepang dengan nilai 2,68 triliun dollar AS. Ke depan, China tidak lagi dibahas semata-mata karena kebesaran ekonomi. China juga menanjak ke posisi yang kuat dari segi militer dan bahkan superpower politik. Ini mulai terbukti. Dalam kasus Myanmar, China dipandang sebagai pihak yang bisa memengaruhi junta militer. AS boleh gelisah dan marah-marah, tetapi China adalah tuannya junta militer. Di dalam bukunya, Clash of Civilizations, Profesor Samuel Huntington menyebut setelah kejatuhan Uni Soviet, AS tak lagi bisa mempertahankan hegemoni sebagai kekuatan tunggal. China akan menjadi pemain penting di era baru. Harian The New York Inquirer, edisi 12 Oktober 2006, mengutip Ted C Fishman, penulis buku China, Inc.: How the Rise of the Next Superpower Challenges America and the World. Fishman mengatakan, China merupakan kekuatan yang sedang memiliki momentum dan bisa melampaui AS. Ini adalah buah kebijakan yang sebenarnya sederhana, namun dilakukan secara konsekuen. Deng Xiaoping mencanangkan mekanisme pasar di sektor pertanian, saran Zhao Ziyang (PM China 1980-1987). Surplus sektor pertanian membuat orang punya tabungan dan beralih ke industri. Presiden Hu Jintao melanjutkan pendulum pembangunan ekonomi. Sentuhan teknologi yang meningkatkan nilai tambah didorong. Diperkenalkan pula kelembagaan yang menghargai kepemilikan pribadi, yang makin mendorong homo economicus yang juga pernah memajukan Barat. Banyak persoalan di China, masalah hak asasi manusia, tiadanya kebebasan berekspresi, dan hak-hak rakyat yang digusur, seperti buldoser menggusur tanah. Inilah sisi hitam China. Dunia sering jengkel. Hu menyadari ini. Ia meminta pejabat Partai Komunis menjaga perangai, beberapa dieksekusi langsung. Kredit ke pedesaan diperbesar. Menjadi pertanyaan, apakah sistem partai tunggal akan bisa membawa China menjadi besar? Sistem multipartai terbukti menjadi kekuatan supra-struktur negara-negara maju. Namun, PM Wen sudah menyebut-nyebut reformasi politik. Belum dirinci, namun tak tertutup arah menuju ke sana. Sebelum ke sana, Hu menekankan persatuan di antara elite, mencegah perebutan kekuasaan elite yang pernah menghancurkan China dari dalam. Hmm… menarik! Dan Hu pun sudah mempersiapkan secara dini penggantinya dan pengganti Wen sekitar lima tahun mendatang, yakni Xi Jinping dan Li Keqiang. Kekuasaan ternyata tak membuat Hu mabuk kepayang dan ingin terus bertahan. Tak salah untuk disarankan agar elitee Indonesia belajar detail di balik kemajuan China. Ketimbang elite kita hanya sowan di antara para elite, namun tak mengimbas ke bawah, mending sowan kepada Hu Jintao. Atau elite kita sebaiknya menghabiskan saja waktunya untuk membaca lebih banyak sejarah dan faktor-faktor di balik kebangkitan China. (Kompas; Rabu, 24 Oktober 2007 ) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: