MAMPUKAH SBY MENEKAN ABBAS ?

Mampukah SBY Menekan Abbas?

Syafiuddin Fadlillah
Peneliti The Indonesian Sociaty Middle East Study (ISMES) 

Kunjungan kenegaraan presiden Palestina Mahmud Abbas ke Indonesia pekan ini memiliki dua arti penting. Pertama, Mahmud Abbas ingin mendapat dukungan politik luar negeri Indonesia untuk mendukung pertemuan Abbas dengan AS akhir November nanti terkait dengan status Palestina yang akan diberikan kewenangan yang lebih luas lagi. Abbas menganggap Indonesia sebagai faktor penting karena negeri ini menjadi negara Muslim terbesar di dunia dan peranannya di dunia internasional yang semakin positif apalagi dengan menjadi anggota tidak tetap Dewan keamanan PBB yang secara langsung menentukan sikap. Kedua, Mahmud Abbas ingin melegitemasi pemerintahan yang dibentuknya pimpinan Salman Fayyad, tanpa keikutsertaan Hamas, menjadi diakui Indonesia.Bagaimana sikap politik luar negeri Indonesia terhadap permasalahan Palestina, dan seberapa besar peluang Indonesia memainkan peran politik luar negerinya terkait masalah-masalah Timur Tengah umumnya dan permasalahan Palestina khususnya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dua pertanyaan tersebut.Indonesia dalam hal ini SBY berusaha untuk memainkan peran politik luar negerinya terhadap permasalahan Palestina. Salah satu bukti keinginan kuat SBY itu adalah penunjukan langsung Ali Alatas sebagai utusan khusus untuk ikut berperaan aktif dalam permasalahan Palestina.SBY juga merupakan presiden Indonesia yang paling aktif menanggapi permasalahan Palestina. Ini terlihat dari sikap politik luar negerinya yang di awal tahun 2006 mengajak diskusi duta-duta besar Timur tengah di Indonesia termasuk Duta Besar Palestina Faris Mahdawi untuk mencari solusi permasalahan Palestina. SBY juga secara materi memberikan bantuan 1 juta dolar AS kepada pemerintahan Palestina yang saat itu dipimpin Hamas. Di awal pemerintahannya, SBY juga mengadakan kunjungan luar negeri ke beberapa negara Timur Tengah dan menyatakan sikap tentang dukungannya untuk kemerdekaan Palestina. Dari semua sikap politik luar negeri SBY terhadap permasalahan Palestina itu, mampukah Indonesia secara spesifik membantu permasalahan Palestina?K.J Holsti (tokoh politik internasional) melihat ada tiga unsur yang harus ada jika ingin menekan sebuah komunitas, yakni kekuatan, pengaruh, dan kemampuan. Penulis melihat, keterlibatan SBY untuk mendukung permasalahan Palestina baru sebatas tataran teoretis dan belum mampu memberikan solusi aplikatif yang menyentuh inti masalah Palestina. Kebijakan-kebijakan SBY terhadap masalah Palestina terlihat hanya untuk menjaga dukungan politik PKS yang terikat kontrak politik yang salah satu isi kontrak itu adalah keharusan SBY mendukung langkah kemerdekaan Palestina.Solusi-solusi kongkret yang bisa menekan dua fraksi yang bertikai Hamas-Fatah belumlah terlihat. Inilah sebenarnya permasalahan asasi yang harus bisa diselesaikan Palestina. Sebenarnya Arab Saudi menangkap inti permasalahan ini dan menyeponsori pertemuan Hamas-Fatah dan akhirnya menghasilkan Deklarasi Makkah. Deklarasi ini bertujuan menjaga kerukunan dua kekuatan politik, namun akhirnya bubar dengan terbentuknya pemerintahan baru pimpinan Salman Fayyad.Di dalam negeri sendiri, Presiden SBY dengan adanya kontrak politik dengan PKS seharusnya bisa memberikan solusi yang lebih kongkret karena berkumpulnya kekuatan pemerintah dan partai politik. Namun kenyataan lapangan berbeda. PKS dan SBY terkesan berjalan sendiri. Sebagai contoh, PKS memberikan dana yang terkumpul dari aksi-aksi solidaritasnya dan hanya mampu mempengaruhi pihak Hamas serta tidak mampu mempengaruhi Fatah.Dana yang terkumpul dari aksi PKS 2006 tak kurang dari Rp 2,5 miliar, SBY memberikan 1 juta dolar. Memang itu jumlah yang tidak seberapa jika dibanding dengan angka yang diberikan Barat yang jumlahnya ratusan miliar rupiah. Namun jika angka-angka ini terus bertambah, apalagi PKS tak henti-hentinya mengadakan aksi dan pengumpulan dana, dan dika ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah, maka sangat mungkin langkah tersebut bisa menjadi alat penekan terhadap kelompok-kelompok yang bertikai.Jika nota kesepahaman yang saat ini digodok Deplu RI nantinya adalah tekanan terhadap Fatah untuk secara aktif bekerja sama (bersinergi) dengan pihak Hamas dalam menkonsolidasi kekuatan, maka ini adalah kemajuan yang luar biasa. Permasalahan utama Palestina saat ini adalah tidak bersatunya langkah Fatah dan Hamas dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.Hamas kuat dengan perjuangannya melalui senjata dan tidak akan pernah mengakui Israel hingga enyah dari bumi Palestina dan menganggap semua bentuk konpromi dengan Israel adalah sis-sia. Sedang Fatah ingin menyelesaikan perjuangan lewat perdamaian dengan mengedepankan diplomasi dengan Israel. Namun sepertinya Fatah akan sulit mau berdamai dengan Hamas karena Barat menginginkan Fatah tidak berhubungan dengan Hamas sebagai salah satu syarat bantuan mengalir ke kas Fatah.Tak diinginkan Barat Karenanya, Indonesia diharapkan dengan kedatangan Abbas ini mampu memberikan tekanan bagi terwujudnya kerukunan dua kekuatan di Palestina yang jika bersatu akan membentuk kekuatan besar. Persatuan inilah yang sebenarnya tidak diinginkan Barat dengan sponsor zionis Yahudi. Mereka tetap menginginkan tidak ada perdamian sesama pejuang Palestina. Jika SBY mampu memberikan tekanan kepada Abbas untuk bisa konsolidasi kekuatan dengan Hamas maka langkah untuk menjadikan kemerdekaan Palestina sudah di jalur yang benar.Namun Jika SBY memberikan dukungan terhadap Abbas terkait pertemuan dengan AS akhir November nanti, maka perjalanan Abbas masih panjang karena rakyat Palestina terus disuguhi janji janji palsu AS. Abbas akan ditipu lagi oleh Bush. Pertanyaan selanjutnya adalah maukah Abbas membuka komunikasi dengan Hamas dan bersediakah Hamas untuk menurunkan tensi jihadnya terhadap Israel? Jawabannya adalah nasib bangsa Palestina tergantung dari niat baik pejuang Hamas maupun Fatah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa hingga ia mau mengubah nasibnya sendiri. (Republika; 24/10/2007)  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: